Tampilkan postingan dengan label Cabut Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cabut Gigi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Masih Sakit Gigi Meskipun Sudah Cabut Gigi?

Sakit gigi terasa luar biasa sakitnya. Solusi untuk gigi yang bermasalah dan tidak bisa ditambal lagi yaitu dicabut. Namun adakalanya pasien mengeluh masih sakit gigi, meskipun sudah dicabut padahal obat selalu diminum sesuai resep dokter. Mengapa masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi yang bermasalah?

Pasien tentunya berharap setelah gigi dicabut maka dia tidak akan menderita sakit gigi lagi. Hal normal yang biasanya ada dipikiran pasien adalah apakah ia akan memakai gigi palsu atau tidak. Tetapi jangankan berpikiran seperti itu, yang ada malah masih sakit gigi meskipun sudah dicabut.

masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi
Ilustrasi masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi (Credit to shutterstock)
Berikut beberapa penyebab sakit gigi pasca pencabutan gigi yang mungkin terjadi:
  • Daerah trauma yang ditinggalkannya cukup besar. contohnya pasca operasi gigi geraham bungsu. Dengan prosedur pembuangan tulang, umumnya pasca pencabutan pasien akan mengeluhkan sakit pada area tersebut.
  • Dry Socket, yaitu infeksi yang terjadi pasca pencabutan gigi karena kegagalan dalam proses pembekuan darah.

    Salah satu obat sakit gigi yaitu berkumur dengan air garam. Namun khusus 24 jam pasca cabut gigi, pasien dilarang untuk berkumur. Hal ini karena berkumur pasca pencabutan gigi dapat mengakibatkan pembekuan darah yang sedang dalam proses akan terlepas lagi sehingga dapat menyebabkan infeksi dan rasa sakit, yang disebut dry socket.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien pasca cabut gigi yaitu:
  1. Gigit kapas yang ditempelkan oleh dokter selama 1 jam.
  2. Buanglah kaspas setelah 1 jam lalu minum obat yang telah diberikan oleh dokter.
  3. Tidak boleh berkumur maupun menghisap area gusi yang dicabut karena akan mengganggu proses pembekuan darah. Biarkan darah mengenangi socket atau kantung bekas gigi. Bila anda merasa darah terasa seakan meluber, ditelan saja darahnya.
  4. Dilarang makan makanan yang panas dan pedas.
  5. Dilarang merokok.
  6. Pada saat hendak menguyah makanan pakailah gigi yang berlawanan dengan sisi gigi yang dicabut.
  7. Jika ingin minum lakukan secara normal, jangan menggunakan sedotan.
Baca: Inilah alasan kenapa biaya dokter gigi itu mahal!

Untuk mendapatkan penanganan medis karena masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan langsung.

Kamis, 22 September 2016

Cara Agar Gigi Berlubang Cepat Tanggal atau Copot

Ada pendapat gigi susu tanggal sendiri saat gigi permanennya muncul. Tetapi, praktiknya tetap ada saatnya orangtua perlu "memaksa" agar gigi tersebut tanggal. Misalnya dengan mengikat gigi dengan menggunakan benang lalu menariknya. Namun, cara tersebut bagus dan rasanya sakit. Nah lalu bagaimana cara agar gigi berlubang cepat tanggal atau copot tanpa rasa sakit?

Dalam mencabut gigi berlubang, orang tua harus membantu anaknya mencopot giginya yang telah siap tanggal. Nah, supaya tidak sakit, Anda orang tua wajib meminta putera puteri untuk melakukannya sendiri. Peran orang tua yaitu mengawasi dan memberi arahan yang benar.
Cara Agar Gigi Berlubang Cepat Tanggal

Wajib dicatat bahwa mencabut gigi baik gigi taring maupun geraham sebenarnya sama saja. Yang memberdakan yaitu proses mencabut gigi geraham cenderung membutuhkan waktu lebih lama daripada gigi taring . Terdapat tips cara agar mencabut gigi tidak terasa sakit meskipun tanpa menggunakan obat bius.Berikut tips cara mencabut gigi yang baik dan benar.

Cara Gigi Berlubang Agar Cepat Tanggal atau Copot

1. Minta anak mendorong bagian gigi yang goyang, baik dengan menggunakan jari tangan maupun menggunakan lidah. Ini membuat gigi akan cepat tanggal tanpa ditarik paksa.

2. Jika memang berminat menariknya dengan menggunakan benang, lakukan ketika gigi terlihat sangat goyang serta nyaris copot, tapi tidak mau tanggal juga.

3. Jika anak anda seorang yang pemberani, Orang tua bisa memintanya menarik giginya sendiri sampai tanggal, karena memang dirinya yang mengetahui seberapa rasa sakit yang diterimanya.

4. Pegang gigi dengan jari dan berlapis tisu, lantas tarik serta putar giginya dengan hingga tanggal.

5. Pakailah bantuan makanan. Minta anak untuk menggigit apel ataupun es loli, lihatlah apa giginya tertinggal menancap pada makanan. Dengan Menggigit es loli menjadi pilihan terbaik karena membantu buat menghilangkan rasa sakit di giginya.

6. Bawalah anak pada dokter gigi untuk mencabut gigi susunya. Karena Terkadang gigi permanen tumbuh dibelakang gigi susu, jadi gigi susu akan jadi sulit tanggal serta haruslah dicabut oleh dokter ahli.

Tips Mengatasi & Mencegah Gigi Infeksi pada saat Cabut gigi

  1. Bila Anda khawatir terjadi infeksi, segera kunjungi dokter gigi. Infeksi jika tidak diobati serta berlangsung lama bisa menimbulkan risiko kesehatan lebih besar.
  2. Mencabut gigi sangat berbeda dengan merawat gigi rusak (patah), baik gigi susu ataupun gigi permanen. Bila gigi anak rusak karena terbentur (jatuh) serta terlihat patah, jangan ikuti petunjuk di atas.
  3. Bila Anda dewasa dan memiliki gigi goyang, segera temui dokter. Mereka bisa mengetahui penyebab dan juga memberikan nasihat resiko apa jika mencabutnya sendiri.
Demikian cara agar gigi berlubang cepat tanggal atau copot. Semoga tips cara mencabut gigi berlubang dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Jika anda khawatir melakukannya sendiri dan jika dalam prosesnya terjadi kegagalan sehingga mengakibatkan infeksi maka segera kunjungi dokter gigi.

Rabu, 31 Agustus 2016

Pengalaman Cabut Gigi Geraham Berlubang Atas/Bawah

Pengalaman cabut gigi geraham berlubang dan efek mencabut gigi geraham atas atau bawah. Mencabut gigi bukan termasuk hal mudah yang dapat dilakukan sembarangan. Banyak sekali pertimbangan serta alasan yang perlu diperhitungkan sebelum dokter gigi memutuskan mencabut gigi para pasiennya. Maka karena itu tindakan pencabutan gigi hanya dilakukan untuk pilihan terakhir suatu kasus.

pengalaman cabut gigi geraham berlubang

Anda pasti akan menyesal telah mencabut gigi jika gigi anda sebetulnya masih dapat dipertahankan. Banyak sekali keuntungan untuk mempertahankan gigi asli yakni saat mengunyah makanan memakai gigi asli tentu lebih nyaman dibandingkan gigi palsu, perawatannya juga lebih mudah. Selain itu, jika dilihat dari segi estetika, gigi asli lebih baik daripada gigi ompong.

Pada kesempatan ini kami coba bahas solusi terbaik gigi berlubang, kapan harus mencabut gigi, dan juga efek negatif akibat tindakan mencabut gigi tersebut. Apakah anda masih merasa mencabut gigi merupakan solusi hemat, cepat dan tepat mengatasi sakit gigi?

Pengalaman Cabut Gigi Geraham Berlubang Bagian Atas/Bawah

1. Tidaklah semua gigi berlubang haruslah dicabut

Sebagian besar gigi berlubang tidak perlu dicabut, melainkan hanya perlu ditambal saja. Jika gigi berlubang terlanjur parah maka perlu dilakukan perawatan saluran akar. Kabar baiknya, semakin dini kelainan tersebut ditangani, maka semakin besar pula kemungkinan gigi geraham dapat dipertahankan. Oleh sebab itu, jika anda memiliki gigi berlubang segera periksa ke dokter gigi. Sebab jika terlalu lama gigi berlubang dibiarkan tidak dirawat maka lubang akan semakin membesar sehingga akan sulit untuk dipertahankan.

2. Jika tidak dicabut akan sakit?

Gigi terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan paling luar yakni email, pulpa, dentin dan juga sementum. Karies jika baru mengenai email, belumlah merasakan sakit. Bila anda ngilu itu kemungkinan telah mengenai dentin. Jika tidak segera dirawat, karies akan semakin masuk saja kedalam yang akhirnya merasakan rasa sakit tak tertahankan. Contohnya setelah minum air yang dingin, gigi terasa seperti nyut-nyutan. Bahkan nyut-nyutan spontan tanpa rangsangan apapun. Itu artinya telah mengenai syaraf gigi.
Pada tahap ini umumnya pasien meminta giginya untuk dicabut dikarenakan sudah tak tahan rasa sakitnya. Tetapi ternyata, gigi sudah berlubang dan juga menimbulkan rasa sakit tersebut belumlah tentu dicabut.

Anda dapat berkonsultasi pada dokter spesialis konservasi gigi. Dokter biasanya akan melakukan perawatan pada saluran akar gigi serta perawatan syaraf gigi sehingga rasa sakit bisa hilang tanpa perlu tindakan pencabutan gigi.

Perawatan syaraf gigi memang memerlukan kedisiplinan serta tidak dapat dilakukan dalam sekali kunjungan. Namun, efek jangka panjangnya akan lebih baik daripada anda mencabut gigi. Anda tidak perlu memasang serta melepas gigi palsu setiap kali makan, dan juga tidaklah perlu merasa minder dikarenakan gigi ompong.

3. Merawat gigi lebih ekonomis

Mungkin anda merasa mencabut gigi akan menghemat biaya kunjungan perawatan ke dokter gigi. Namun Apa sudah memperhitungkan biaya membuat gigi palsu atau tiruan? Atau mungkin justru biaya untuk pemasangan gigi implant? Hasilnya tetaplah tak sebaik gigi asli.

4. Mempertahankan gigi mencegah kerusakan lebih lanjut

Pada orang mencabut giginya, akan muncul ruang kosong antara gigi yang sehat, hal tersebut bisa menyebabkan gigi masih sehat bergeser menempati ruangan kosong tadi. Gigi pasangannya pada langit-langit mulut juga beresiko memanjang turun ke arah bawah dikarenakan pasangan gigi tadi yang menahan supaya tidak memanjang ke arah bawah yang sudah dicabut. Guna mengatasi hal tersebut biasanya orang yang sudah mencabut gigi akan membuat gigi palsu atau tiruan. Gigi tiruan tersebut haruslah sering digunakan supaya gigi masih sehat tidaklah bergeser.

Nah, itu alasan mengapa sebaiknya mempertahankan gigi daripada mencabutnya.

Kapankah sebenarnya perlu mencabut gigi? Berikut beberapa pertimbangan dokter gigi sebelum akan melakukan pencabutan gigi:

a. Gigi sulung pada anak-anak terlambat tanggal

Gigi sulung umumnya tanggal sendiri serta nantinya digantikan gigi permanen, tapi sering ditemukan gigi sulung tidak tanggal juga padahal semestinya gigi itu sudah terlepas semenjak lama, bahkan ada gigi sulung tidak tanggal padahal anak telah berusia dewasa. Gigi sulung terlambat tanggal sangat perlu dicabut dengan manual karena gigi sulung kalau tidak tanggal sesuai waktunya beresiko mengganggu pertumbuhan gigi yang permanen dibawahnya bahkan beresiko membuat gigi yang permanen tumbuh keluar jalurnya jadi membuat gigi tidak beraturan atau berantakan.

b. Gigi berlubang terlampau parah

Pada orang yang sudah dewasa, alasan lain mencabut gigi apabila lubang gigi sudah terlampau parah serta tak mungkin dipertahankan lagi. Gigi berlubang besar jika tetap dipertahankan dapat berbahaya untuk anda sendiri. Gigi berlubang disebabkan bakteri berkoloni dan juga berkembang dalam gigi, mempertahankan gigi berlubang besar artinya mempertahankan banyak sekali bakteri jahat dalam mulut. Bakteri di dalam lubang gigi bisa masuk ruang gigi penuh pembuluh darah dan juga saraf, selain akan menyebabkan rasa sakit luar biasa, bakteri juga bisa masuk ke pembuluh darah dan lalu mengalir seluruh tubuh. Bakteri tersebut juga bisa bertahan serta berkembang biak dalam tulang rahang serta menyebabkan gangguan lainnya, bahkan beresiko memicu tumor dan juga kista.

c. Sisa akar akibat dari gigi patah ataupun “lapuk / keropos”

Sama halnya layaknya gigi yang berlubang besar, sisa akar bertahan di dalam mulut juga tak baik untuk rahang ataupun gusi bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan sebenarnya penyebab sisa akar serta seringnya dianggap gigi “lapuk atau keropos” oleh sebagian besar orang sebenarnya diakibatkan lubang gigi parah yang pada akhirnya menjadikan mahkota gigi jadi habis membuat kesan tampak lapuk mudah hancur. Bakteri baik yang ada di sisa akar akibat dari gigi berlubang ataupun akibat lainnya beresiko membahayakan kesehatan, sisa akar membuat kebersihan mulut susah dipertahankan, dan juga tentu meninggalkan kesan jorok serta tidak sedap saat dipandang.

Baca juga biaya tambal gigi berlubang

Efek cabut gigi:

1. Teman Kantor dikarenakan cabut gigi (di RS yang cukup terkenal di daerah jabodetabek) akhirnya harus pergi berobat ke Singapura karena bengkak atau meradang (infonya sendiri karena tidak steril pada alat yang digunakan)

2. Kebetulan hal ini dialami teman istri saya sendiri Gigi dicabut ternyata tidaklah tercabut semua hal tersebut terjadi 2 kali ( Di RS terkenal meski sudah di XRay atau Ronten dan juga katanya sudah bersih serta satunya di Dokter Gigi) Akhirnya istri coba meraba dengan menggunakan lidah & ternyata memanglah ada bentuknya kecil cukup tajam sehingga terjadi pendarahan terus-menerus.