Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juni 2017

Sakit gigi dan ngilu? Penyebabnya mungkin karena gigi retak

Meskipun gigi merupakan salah satu bagian terkuat yang ada pada tubuh kita, tetapi faktanya gigi juga dapat mengalami keretakan. Sakit gigi dan ngilu? penyebabnya mungkin karena gigi retak. Simak penjelasannya di bawah ini.

Jika anda merasa ngilu muncul di gigi saat memasukkan makanan atau minuman ke mulut anda, padahal anda merasa tidak ada gigi berlubang. Jika itu yang menjadi keluhan yang sering anda alami, jika ya, waspadalah! mungkin anda mempunyai gigi retak. Meskipun gigi merupakan bagian paling kuat dari tubuh manusia tetapi gigi juga dapat retak.

Penyebab gigi retak yaitu kebiasaan menggertakkan gigi, mengkonsumsi makanan keras seperti kacang, tulang, es, benturan pada mulut, gigi yang ditambal dengan penambalan yang besar. Dari semua gigi, bagian gigi yang sering retak yaitu gigi geraham bawah dan gigi seri.

Sakit gigi dan ngilu penyebabnya mungkin karena gigi retak
Ilustrasi sakit gigi dan ngilu karena gigi retak (Credit to ezyhealth)

Akibat gigi retak maka kuman dan bakteri dapat masuk ke sela-sela gigi yang mengalami keretakan lalu menginfeksi bagian dalam gigi hingga ke akar dan jaringan sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada gusi pada tahap selanjutnya.

Beberapa ciri-ciri gigi retak adalah:
  • Gigi sakit dan ngilu saat menggigit makanan.
  • Gigi sensitif pada makanan maupun minuman yang dingin.
  • Gigi sensitif saat mengkonsumsi makanan yang manis atau giung.
  • Sakit gigi saat makan atau minum.
  • Rasa sakit yang muncul dan hilang namun tidak terjadi terus-menerus.
Mendiagnosis gigi retak bukan hal yang mudah, sebab kondisi gigi yang mengalami keretakan tiak bisa dilihat oleh mata, bahkan kadang-kadang melalui pemeriksaan sinar X pun tak dapat terlihat.

Perawatan gigi retak tergantung pada gejala dan level kerusakan yang sudah terjadi. Pada beberapa kasus, pasien yang memiliki keretakan pada gigi yang sudah mencapai pulpa atau kamar saraf gigi dibutuhkan perawatan pada saluran akar gigi.

Jadi jika anda sering mengalami keluhan sakit gigi dan ngilu, penyebabnya mungkin karena gigi retak. Untuk memastikan hal ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Selain itu, hindarilah menguyah makanan keras, terlalu manis, dan terlalu dingin.

Minggu, 14 Mei 2017

Bahaya Pasta Gigi Tertelan Secara Tidak Sengaja

Ketika menyikat gigi, kadang kita tidak sengaja menelan odol atau pasta gigi. Apakah anda sering mengalaminya? Jika ya jangan dipandangn remeh karena dalam jangka panjang ada bahaya pasta gigi tertelan secara tidak sengaja yang mempengaruhi kesehatan tubuh kita.

Pasta gigi mengandung sejumlah bahan kimia, sepertu fluoride, triclosan, kalsium, perasa, pewarna yang berfungsi untuk menjadi bahan pembersih gigi. Alhasil jika pasta gigi tertelan maka akan ada efek yang ditimbulkan akibat pasta gigi tertelan dan masuk ke tubuh anda.

Berikut beberapa bahaya akibat menelan pasta gigi

Bahaya pasta gigi jika tertelan

1. Racun bagi tubuh

Pasta gigi memang membantu membersihkan dan merawat gigi, tetapi akan berbahaya jika sampai tertelah. Salah satu bahan yang paling banyak terdapat dalam pasta gigi adalah fluoride. Manfaat fluoride memang dapat mengembalikan mineral di gigi yang hilang karena asam yang berasal dari plak bakteri serta gula. Tanpa penambahan mineral maka gigi kita menjadi mudah goyang. Namun menelan fluorde juga berakibat mual, muntah, serta hilang kesadaran.

2. Osteoporosis

Selain racun bagi tubuh, efek menelan fluoride juga menyebabkan potensi terkena osteoporosis dan kerusakan saraf. Karena itulah kini ada produk pasta gigi tanpa fluoride sebagai bahannya, seperti Miswak HPA dan SIwak F.

3. Gangguan penyerapan kalsium

Jika anda sering menelan fluoride maka akan mengakibatkan penyerapan kalsium dalam tubuh mengalami hambatan atau dikenal dengan istilah fluorosis. Kekurangan kalsium pada orang dewasa dapat mengakibatkan penurunan kecerdasaran IQ, gangguan saraf, imunitas, dan kerapuhan tulang. Sedangkan kekurangan kalsium pada anak-anak dapat menghambat tumbuh kembang anak.

4. Bintik kuning di gigi

Pada beberapa kasus, efek kelebihan flouride akan menyebabkan bintik-bintik kuning di permukaan gigi. Hal ini terjadi karena pembentukan email gigi yang tidak sempurna. Ketika email gigi tidak sempurna maka akan terjadi akumulasi bakteri sehingga pada akhirnya terjadi karies gigi.

5. Kelainan tulang dan gigi

Bahan kimia yang terdapat pada pasta gigi akan terserap dan tersimpan dalam tulang yang dalam jangka panjang akan menyebabkan kelainan tulang.

Demikian 5 bahaya pasta gigi tertelan secara tidak sengaja. Untuk itu, berhati-hatilah menyikat gigi agar jangan sampai tertelan pasta gigi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Minggu, 07 Mei 2017

Balita Ngedot Lama Punya Resiko Gigi Berlubang

Setiap orang tua bakalan waswas kalau anak balitanya makan makanan manis terlalu banyak. Kehawatiran ini lumrah sebab mereka takut gigi anaknya menjadi berlubang. Salah satu kebiasaan buruk yang membuat gigi berlubang yaitu ngedot terlalu lama. Balita ngedot lama punya resiko gigi berlubang yang akan dibahas dibahwa ini.

Padahal sebetulnya, bukan karena makanan manis saja yang menyebabkan gigi berlubang. Gigi susu anak sebetulnya lebih rentan berlubang daripada gigi permanen.


Balita yang ngedot terlalu lama Dapat Menyebabkan Gigi Berlubang (Gambar Shutterstock)


Gigi susu memang mempunyai ukuran yang lebih kecil dan email gigi yang lebih tipis daripada gigi permanen. Itulah sebabnya gigi susu anak lebih mudah berlubang. Kondisinya makin diperparah dengan kebiasaan buruk seperti malas menyikat gigi dan terlalu banyak makan makanan manis.

Selain faktor makanan manis, kebiasaan ngedot juga dapat membuat gigi berlubang. Jadi sebaiknya jangan biasakan anak terlalu lama ngedot karena dapat menyebabkan gigi berlubang dan gigi tonggos.

Ada kebiasaan yang umumnya dilakukan oleh sebagian orang tua, yaitu menempelkan dot di mulut anak sampai akhirnya si kecil tertidur. Gigi berlubang yang diakibatkan penggunaan dot terlalu lama dikenal dengan istilah nursing bottle caries.

Pada akhirnya susu formula yang manis akan menggenangi mulut anak dan mengenai gigi atasnya. Perlahan-lahan gigi si kecil akan mudah rusak, berlubang, dan roges.

Tetapi kebiasaan tersebut hanya merusak gigi atas, sebab gigi bawah aman dari susu karena ada lidah.

Sebetulnya, yang mengakibatkan gigi berlubang adalah susunya yang manis. Tetapi pemakaian dot dengan susu formula yang manis akan membuat gula berada dalam mulut dan saat itulah bakteri bekerja untuk merusak gigi si kecil.

Demikian alasan mengapa balita ngedot lama punya resiko gigi berlubang. Agar gigi si kecil tetap sehat, orang tua perlu memperhatikan kesehatan gigi dan kebiasaan si kecil.

Jumat, 05 Mei 2017

Cara Memutihkan Gigi Bagi Perokok Aktif

Pada umumnya perokok sulit untuk memiliki gigi yang putih. Sebab rokok cenderung membuat gigi menjadi kuning. Simak tips dan cara memutihkan gigi bagi perokok aktif di bawah ini.

Kita tahu bahwa rokok menjadi salah satu penyebab utama gigi kuning dan karang gigi. Tentu saja kebiasaan merokok tidak baik bagi kesehatan gigi. Namun bagi anda yang belum bisa berhenti merokok dan sudah terlanjur mempunyai karang gigi yang menguning, cobalah tips memutihkan gigi khusus bagi perokok.

Cara Ampuh Memutihkan Gigi Bagi Perokok Aktif

Berikut 10 cara ampuh untuk memutihkan gigi perokok.

Cara Memutihkan Gigi Bagi Perokok Aktif
Ilustrasi Gigi Perokok Aktif

1. Baking Soda

Baking soda barang kali terasa aneh pada awal penggunaannya. Tetapi baking soda memang akan memberikan hasilnya dalam beberapa minggu sejak pemakaian yang pertama. Caranya taburi sedikit baking soda lalu berilah sedikit air diatasnya dan sikatlah gigi pelan-pelan pada waktu malam hari.

2. Obat kumur khusus perokok

Salah satu alternatif mudah bagi perokok yang ingin memutihkan giginya yaitu dengan menggunakan obat kumur khusus perokok. Produk ini tersedia di apotek. Obat ini dapat memberikan kenyamanan di mulut dan gunakanlah setelah anda menyikat gigi.

3. Pasta gigi dengan formula pemutih

Saat ini telah banyak produk pasta gigi formula putih untuk perokok. Fungsi produk ini yaitu memutihkan gigi perokok. Anda dapat mengganti pasta gigi biasa dengan pasta gigi formula pemutih yang didesain untuk para perokok.

5. Konsumsi Strawberi

Buah strawberi atau orang lebih sering menyebutnya dengan stroberi mempunyai khasiat memutihkan gigi. Hanya dengan mengkonsumsi buah stroberi secara rutin maka gigi anda perlahan-lahan akan memutih.

6. Konsumsi Apel

Buah apel mampu membersihkan gigi, sebab mengandung asam malam yang biasanya digunakan untuk produk pasta gigi. Fungsi asam malam yaitu meningkatkan produksi air ludah (saliva) yang dapat membersihkan gigi dari noda yang membandel.

7. Konsumsi buah nanas

Buah nanas mengandung bromelain, yaitu senyawa anti radang dan mempunyai sifat membersihkan gigi. Berdasarkan penelitian International Journal of Dental Hygiene, bromelain adalah bahan efektif untuk penghilang noda pada pasta gigi.

8. Brokoli

Sayuran brokolo kaya serat sehingga membantu mengurangi peradangan di mulut. Berdasarkan penelitian European Journal of Dentistry, mengkonsumsi brokoli mentah dan segar dapat membersihkan dan mencerahkan warna gigi. Selain itu kandungan zat besi didalamnya juga dapat memberikan dinding pelindung agar tidak terjadi kerusakan email dan mencegah plak dan gigi berlubang.

9. Keju

Berdasarkan studi American Academy of Cosmetic Dentistry, keju mengandung asam laktat yang dapat mencegah gigi berlubang. Selain itu keju juga dapat membersihkan gigi dengan cara menstimulus air ludah (saliva).

10. Konsultasikan ke dokter

Bagaimanapun berkonsultasi dengan dokter gigi merupakan cara yang terbaik. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada kesehatan gigi anda dari kemungkinan faktor yang menyebabkan sakit gigi dan gusi, gigi kuning, dan lain-lain. Untuk hasil yang maksimal, dianjurkan untuk check up setiap minimal 6 bulan sekali.

Demikian 10 cara memutihkan gigi bagi perokok aktif. Silahkan dicoba dan semoga berhasil. Untuk hasil maksimal, berkonsultasi dengan dokter gigi.

Sabtu, 15 April 2017

4 Cara Mengatasi Gigi Tonggos Dengan Mudah

Gigi tonggos atau gigi nongol kedepan atau gigi boneng merupakan suatu masalah gigi. Kebanyakan orang yang memiliki gigi tonggos memiliki rasa percaya diri yang rendah menyangkut fisiknya. Sebetulnya anda tak perlu merasa rendah diri sebab setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing baik dari karekter maupun fisik. Tetapi jika anda menganggap gigi tonggos harus diperbaiki maka cara mengatasi gigi tonggos untuk memperbaiki kondisi gigi diperlukan agar tidak canggung lagi terhadap bentuk gigi yang nongol ke depan.

Jika anda memiliki gigi tonggos, maka cara memperbaiki dan mengatasi gigi tonggos agar tampilan anda lebih baik yaitu:

Ilustrasi Gigi Tonggos (Credit to Thinkstock)

1. Memperbaiki struktur gigi

Anda perlu memperbaiki gigi anda agar terlihat lebih rapih. Kawat gigi untuk gigi tonggos dapat digunakan untuk memperbaiki gigi tonggos yang anda miliki. Konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan saran medis dan perawatan terbaik yang sesuai dengan kondisi gigi anda.

2. Rutin menyikat gigi

Menyikat gigi dengan rutin dapat memberikan keindahan untuk gigi anda. Jika anda rutin menyikat gigi tonggos maka gigi anda akan bersih terawat dan selebihnya anda perlu mempersiapkan diri terutama dari segi biaya untuk berkonsultasi dan perawatan ke dokter gigi.

3. Alihkan perhatian orang lain

Saat orang yang memiliki gigi tonggos berbicara, kecenderungan orang lain akan menatap sesuatu yang tampil lebih daripada bentuk fisik lain yang anda miliki, dalam hal ini bentuk gigi tonggos. Agar tidak terjadi hal demikian, cara mensiasatinya yaitu dengan memakai make up pada bagian mata agar perhatian orang tertuju pada mata anda.

4. Hindari senyum atau ketawa ngakak

Anda sebaiknya mulai berlajar senyum tanpa memperlihatkan gigi terlalu banyak. Hal ini karena orang akan cenderung melihat bentuk gigi tonggos anda yang nongol. Selain itu upayakan agar saat anda tertawa terbahak-bahak atau ngakak jangan menunjukkan tampilan gigi tonggos, sebab akan membuat perhatian orang tertuju pada bentuk gigi yang anda punyai.

Demikian 4 cara mengatasi gigi tonggos yang dapat anda lakukan. Semoga dengan panduan tersebut diatas dapat membantu penampilan anda menjadi lebih baik. Untuk hasil terbaik berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk memperbaiki struktur gigi anda. Terakhir, jangan minder karena gigi tonggos, karena setiap manusia adalah makluk yang sempurna.

Minggu, 09 April 2017

Disclosing Agent Untuk Mengatasi Plak Gigi

Bagi anda yang ingin melihat dan memastikan ada atau tidaknya plak gigi dapat menggunakan pewarna khusus yang bernama disclosing agent. Disclosing Agent dapat digunakan untuk Mengatasi Plak Gigi. Plak gigi adalah lapisan yang bening, tipis berupa mucus, dan dipenuhi kumpulan bakteri yang ada pada rongga mulut. Bagaimana cara disclosing agent untuk mengatasi plak gigi selengkapnya dibahas dibawah ini.

Mucus adalah kumpulan dari mucin, yaitu zat yang ada pada air liur (saliva). Kita tahu bahwa permukaan gigi kita bentuknya licin sehingga tidak ada tempat bagi bakteri untuk hadir disana. Nah, mucus bisa dibilang sebagai media atau sarana bagi bakteri untuk menempel di gigi anda. Tanpa mucus, bakteri tidak akan dapat menempel pada permukaan gigi. Mucus ini harus rutin dibersihkan agar tidak ada tempat bagi bakteri. Jika kita tidak membersihkannya maka bakteri akan menempel, berkumpul, dan akhirnya menyebababkan gigi berlubang.

Ilustrasi Gigi diwarnai Disclosing Agent
Masalahnya, lapisan mucus ini bening dan tipis sehingga kita tidak akan menyadari bahwa mucus telah dipenuhi bakteri dan menjelma menjadi plak gigi. Pembentukan plak gigi pun tidak dapat dicegah jika sudah pada tahapan ini. Plak akan selalu ada dan selalu terbentuk lagi. Jika kondisinya sudah seperti ini maka yang perlu kita lakukan adalah mengontrol supaya jumlah plak gigi tidak terlalu banyak.

Tetapi katanya, plak ini bening. Lalu bagaimana cara memastikan bahwa plak ini telah dihilangkan sebagian dan tidak terlalu banyak di gigi?

Solusi untuk "melihat" lapisan bening tipis ini untuk dihilangkan yaitu dengan mewarnainya. Salah satu pewarna yang dapat anda pakai namanya Disclosing Agent. Pewarna Disclosing agent dapat mewarnai plak yang tipis bening menjadi warna merah sehingga anda dapat melihat seperti apa bentuk plak yang anda miliki. Setelah plak terlihat, segera bersihkan. Masih bingung? mari kita lanjutkan.

Plak gigi kan bentuknya bening. Jadi tanpa kita sadari plak sudah ada. Jadi kita mesti ekstra perhatian terhadap plak sekaligus untuk memastikan pembersihan gigi sudah tepat menghilangkan plak di gigi. Caranya kita warnai plak agar kelihatan dengan memberikan tetesan cairan disclosing agent ke bawah lidah atau dapat langsung ke gigi anda. Lalu sapukan secara merata ke seluruh gigi dengan bantuan lidah. Setelah gigi tersapu, jangan berkumur dulu. Ambil kaca untuk bercermin. Nah warna merah di leher gigi itulah yang disebut plak. Sekarang gosok gigi anda yang sudah diwarnai disclosing agent hingga bersih kembali. Setelah itu, coba ulangi warnai dengan disclosing agent, jika cara yang anda lakukan sudah tepat maka garis merah di leher gigi mestinya mulai berkurang. Jika masih ada garis merah, sikat gigi lagi agar hilang seluruhnya.

Pemakaian disclosing agent ini terutama ditujukan untuk anak-anak. Tujuannya agar mereka tahu bawah gigi sudah bersih tanpa plak. Tapi tidak tertutup kemungkinan untuk orang dewasa yang ingin memastikan giginya sudah bersih juga dapat memakai disclosing agent. Pewarna disclosing agent tersedia dalam bentuk cairan, tablet, dan gel. Yang paling umum dipakai adalah cairan karena mudah dalam penggunaannya.

Baca info sakit gigi gusi berikut:
Disclosing agent untuk mengatasi plak gigi ini sayangnya tidak dijual bebas di toko obat dan apotek. Untuk membelinya hanya ada di toko bahan kedokteran gigi. Nah bagi anda yang penasaran dengan ada atau tidaknya plak gigi bisa memakai pewarna disclosing agent untuk mengatasi plak gigi.

Jumat, 24 Februari 2017

Fungsi Gigi Manusia

Pengetahuan tentang fungsi Gigi Manusia secara spesifik dan umum. Diharapkan setelah anda membaca tulisan dibawah ini, anda mengetahui apa saja fungsi gigi.

fungsi gigi
Gambar Fungsi Gigi (Credit to webmd)


Fungsi gigi secara spesifik adalah sebagai berikut:

a. Memotong

Untuk memotong adalah fungsi gigi secara spesifik. Hal ini dimungkinkan karena bentuk gigi seri yang punya sisi pengiris seperti pisau atau pedang. Makanan lunak yang terlalu besar untuk masuk akan dipotong seukuran mulut oleh gigi seri.

b. Merobek

Gigi taring dengan ujungnya yang runcing punya fungsi untuk merobek makanan yang agak keras atau alot seperti daging. Gigi taring mampu merobek karena bentuk agak runcing ke atas. Kemampuan gigi taring dalam merobek tidak dimiiliki oleh gigi seri.

c. Menghaluskan

Fungsi ini adalah milik gigi geraham karena gigi geraham punya permukaan kunyah yaitu di bagian atas gigi. Makanan yang sebelumnya telah dipotong atau direbek selanjutnya dihaluskan oleh gigi geraham supaya organ pencernaan tidak bekerja terlalu keras.

Bisa anda bayangkan, lebih nyaman mana: makan pisang dengan ditelan bulat-bulat atau makan pisang dengan dikunyah agar lebih halus oleh gigi geraham?

Jadi apa fungsi gigi geraham kecil?

Geraham kecil mempunyai fungsi ganda, yaitu merobek dan menghaluskan supaya bentuk gigi geraham kecil mempunyai dua ujung runcing seperti gigi taring sekaligus permukaan kunyah seperti gigi geraham. Jadi sebut saja, jenis gigi ini mempunyai fungsi 2 in 1.

Adapun fungsi gigi secara umum yaitu sebagai berikut:

a. Penguyahan

Bersama dengan lidah dan bibir, gigi melakukan fungsi pengunyahan makanan. Fungsi ini meliputi kombinasi pemotongan, perobekan, penghalusan makanan hingga pengaturan makanan. Dipindah ke kiri-tengah-kanan-tengah bagaikan diblender supaya dapat dihaluskan di mulus sebelum masuk ke organ pencernaan di dalam perut.

b. Berbicara

Kehilangan gigi akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan untuk bicara, terutama jika kehilangan gigi bagian depan. Pengucapan huruf tertentu seperti F, V, dan S pun menjadi terdengar agak aneh. Jika tak percaya, coba minta teman anda yang punya gigi ompong depan untuk menyebutkan huruf f, v, dan S.

c. Penampilan

Senyuman orang yang gigi depannya ompong akan terlihat kurang menarik dibandingkan dengan senyuman orang dengan gigi depannya utuh dan rapih. Seberapa cantik Ariel Tatum, Aryani Fitriana, Aura Kasih, Citra Kirana, Pevita Pearce, Natasha Wilona, Annisa Pohan, Alisia Rininta dengan giginya yang menawan? Tentu sudah pasti akan dijawab mereka adalah wanita cantik di Indonesia dengan gigi yang bagus dan rapih.

d. Menjaga struktur sendi rahang

Kehilangan gigi belakang akan menyebabkan pertemuan gigi atas dengan bawah menjadi tidak baik, mencong, bergeser ke segala arah (depan, belakang, kanan, kiri). Akibatnya, posisi sendi rahang akan terganggu karena berusaha adaptasi pertemuan gigi atas dengan bawah. Selanjutnya dapat terjadi peradangan di sendi dan timbul rasa tidak nyaman saat beraktivitas seperti makan dan bicara.

Baca juga:
Karena fungsi gigi manusia itu banyak dan penting, maka sebaiknya kesehatan gigi anda perlu anda jaga agar tidak menimbulkan masalah sakit gigi gusi yang mengakibatkan anda dapat kehilangan gigi anda. Mari kita rawat kesehatan gigi dengan rutin melakukan perawatan ke klinik dokter gigi.

Senin, 20 Februari 2017

3 Ciri-Ciri Gigi Sensitif

Apakah anda mengalami ciri gigi sensitif? Gigi sensitif adalah rasa ketidaknyamanan pada gigi akibat konsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, asam, dan manis. Gigi sensitif dapat menyebabkan rasa sakit seperti kejutan yang tersengat sebentar atau yang kita kenal dengan istilah gigi ngilu.

Meskipun anda tidak mempunyai gigi berlubang dan selalu merawat kesehatan gigi secara rutin, namun jika anda sering ngilu artinya anda punya masalah gigi sensitif. 3 ciri gigi sensitif secara umum adalah sebagai berikut:

Ilustrasi Terasa ngilu karena gigi sensitif Credit to istock

a. Rasa ngilu yang menyengat saat konsumsi makanan tertentu

Makanan panas, dingin, asam, manis dapat menyebabkan rasa ngilu pada penderita gigi sensitif. Hal ini karena gusi yang menutupi dentin sudah terbuka, sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap stimulus panas atau dingin.

Agar tidak ngilu, gunakan sedotan saat minum panas/dingin sehingga tidak terkena gigi sensitif. Sedangkan jika ingin makan, tunggulah beberapa saat hingga makanan tidak terlalu panas dan dingin.

b. Ngilu saat bernafas lewat mulut

Hembusan saat bernafas lewat mulut mengakibatkan rasa ngilu di gigi yang mengalami penurunan gusi. Walaupun demikian, umumnya penderita gigi sensitif tidak merasa ngil saat giginya terpapar hembusan panas/dingin.

c. Ngilu pada saat menyikat gigi

Menggosok gigi yang terlalu kuat bisa merusak perlekatan gusi dengan gigi. Dampaknya sebagian dentin gigi terbuka karena penurunan gusi.

Jika anda terus-menerus menyikat gigi terlalu kuat maka dentin yang terbuka akan mengalami abrasi gigi, yaitu terkikisnya dentin yang mengakibatkan gigi sensitif.

Selain itu, perhatikan bulu sikat gigi. Pastikan agar bulu sikat gigi tidak kasar sebab akan menyebabkan abrasi yang semakin dalam. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, keluhan rasa ngilu akan sering terjadi meskipun anda konsumsi makanan tidak terlalu panas atau dingin.

Nah jika andan memiliki tanda atau ciri gigi sensitif tersebut, maka jangan ragu untuk periksa ke dokter gigi agar segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Senin, 13 Februari 2017

Gigi Taring di Atas Gigi Susu

Fungsi gigi taring yaitu untuk merobek dan mengoyak makanan. Ada Kasus khusus diantara banyak orang yaitu mengalami gigi taring di atas gigi susu yangmana baru diketahui setelah dilakukan rotgen panoramic dan rontgen oklusal hasilnya terdapat gigi yang lokasinya ada didalam gusi di atas gigi susu. Yang menjadi pertanyaan apakah harus dilakukan operasi untuk mencabut gigi susu?

Kondisi gigi taring yang masih terletak di dalam gusinya gigi susu merupakan gangguan pertumbuhan gigi atau yang dikenal dengan istilah impaksi.


Gangguan pertumbuhan gigi pada umumnya terjadi pada fase pergantian gigi susu menjadi gigi tetap dimana pada akhirnya gigi tetap tidak muncul di atas gusi. Gigi yang sering mengalami inpaksi adalah gigi geraham bungsu dan gigi taring.

Untuk menentukan perawatan gigi taring yang tepat maka perlu dipastikan lokasi gigi taringnya apakah masuk kedalam sinus atau tidak. Selain itu juga perlu diamati kondisi lainnya juga. Setelah diperiksa maka dokter akan menganalisis apakah gigi taring dapat ditarik ke arah posisi yang seharusnya dengan perawatan ortodonti dan teknik pembedahan yang tepat. Nah bagi anda yang memiliki gigi taring di atas gigi susu maka sebaiknya kami sarankan anda untuk periksa ke dokter gigi terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai dampak dari tindakan medis karena dokter gigi akan menjawab pertanyaan pasien yang umumnya menghawatirkan kondisi giginya. Baca juga tips kesehatan gigi dan gusi.

Senin, 06 Februari 2017

Masih Sakit Gigi Meskipun Sudah Cabut Gigi?

Sakit gigi terasa luar biasa sakitnya. Solusi untuk gigi yang bermasalah dan tidak bisa ditambal lagi yaitu dicabut. Namun adakalanya pasien mengeluh masih sakit gigi, meskipun sudah dicabut padahal obat selalu diminum sesuai resep dokter. Mengapa masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi yang bermasalah?

Pasien tentunya berharap setelah gigi dicabut maka dia tidak akan menderita sakit gigi lagi. Hal normal yang biasanya ada dipikiran pasien adalah apakah ia akan memakai gigi palsu atau tidak. Tetapi jangankan berpikiran seperti itu, yang ada malah masih sakit gigi meskipun sudah dicabut.

masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi
Ilustrasi masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi (Credit to shutterstock)
Berikut beberapa penyebab sakit gigi pasca pencabutan gigi yang mungkin terjadi:
  • Daerah trauma yang ditinggalkannya cukup besar. contohnya pasca operasi gigi geraham bungsu. Dengan prosedur pembuangan tulang, umumnya pasca pencabutan pasien akan mengeluhkan sakit pada area tersebut.
  • Dry Socket, yaitu infeksi yang terjadi pasca pencabutan gigi karena kegagalan dalam proses pembekuan darah.

    Salah satu obat sakit gigi yaitu berkumur dengan air garam. Namun khusus 24 jam pasca cabut gigi, pasien dilarang untuk berkumur. Hal ini karena berkumur pasca pencabutan gigi dapat mengakibatkan pembekuan darah yang sedang dalam proses akan terlepas lagi sehingga dapat menyebabkan infeksi dan rasa sakit, yang disebut dry socket.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien pasca cabut gigi yaitu:
  1. Gigit kapas yang ditempelkan oleh dokter selama 1 jam.
  2. Buanglah kaspas setelah 1 jam lalu minum obat yang telah diberikan oleh dokter.
  3. Tidak boleh berkumur maupun menghisap area gusi yang dicabut karena akan mengganggu proses pembekuan darah. Biarkan darah mengenangi socket atau kantung bekas gigi. Bila anda merasa darah terasa seakan meluber, ditelan saja darahnya.
  4. Dilarang makan makanan yang panas dan pedas.
  5. Dilarang merokok.
  6. Pada saat hendak menguyah makanan pakailah gigi yang berlawanan dengan sisi gigi yang dicabut.
  7. Jika ingin minum lakukan secara normal, jangan menggunakan sedotan.
Baca: Inilah alasan kenapa biaya dokter gigi itu mahal!

Untuk mendapatkan penanganan medis karena masih sakit gigi meskipun sudah cabut gigi, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan langsung.

Senin, 02 Januari 2017

Awas! Galau Mengakibatkan Gigi Cepat Berlubang

Galau mengakibatkan gigi cepat berlubang? Kok bisa? Maksudnya dari judul ini apa ya? Akhir-akhir ini admin sakit gigi gusi memperhatikan tren baru di dunia maya. Setiap orang kelihatannya menampilkan dirinya sedang galau di sosmed. Seakan-akan kalau belum galau maka mereka belum eksis di jejaring sosial. Kadang-kadang sempet terpikir mengubah nama sakit gigi gusi menjadi sakit gigi gusi galau. Tetapi rasanya penamanaannya menjadi kepanjangan ya.

Apakah anda tahu kalau stres, tertekan, maupun galau sebenarnya dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anda. orang yang sering galau memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar daripada orang yang tidak galau untuk mengalami gigi tanggal atau lepas dengan sendirinya. Hal ini bukan hanya untuk diperhatikan oleh pasien saja, tetapi dokter gigi juga perlu memberi perhatian khsusu tentang masalah ini. Maksudnya dokter gigi juga perlu memberi "perhatian ekstra" untuk pasien yang sedang mengidap gangguan kesehatan mental atau galau ini.



Berdasarkan penelitian dari Universitas Queensland, hubungan gangguan kesehatan mental dan kesehatan gigi didasarkan penelitian dalam 20 tahun terakhir. Menurut Profesor Steve Kesley, hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut:
  • Karena stres maka pasien tidak punya cukup waktu untuk merawat kebersihan gigi dan mulutnya. Hal ini karena pasien jarang tinggal di rumah karena lebih banyak mengisi waktunya di luar rumah buat menenangkan diri.
  • Sebagian orang yang mengalami stres memilih konsumsi obat. Nah obat tersebut ternyata memiliki efek samping mengurangi produksi air liur. Masalahnya, jika air liur dalam rongga mulut tidak cukup, maka kesehatan gigi pun akan ikut mengalami penurunan. Gigi menjadi mudah keropos dan berlubang.
  • Karena orang stres akibat takut ke dokter gigi. Karena biaya dokter gigi mahal.
Baca juga: Inilah alasan kenapa biaya dokter gigi itu mahal! Jadi stop galau dan mulailah berusaha menjadikan diri anda bahagia dengan banyak bersyukur pada sang Pencipta. Berhenti galau tidak akan memperbaiki gigi ompong, tapi mencegah supaya gigi sehat anda tidak menjadi ompong.

Yang lebih utama lagi jangan sampai anda direkomendasikan harus berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa. Apa kata dunia, jika posting status anda tertulis sedang konsultasi dengan dokter spesialis jiwa. Rasanya wow banget bukan. Demikian arahan kami dalam tulisan Galau Mengakibatkan Gigi Cepat Berlubang, semoga bermanfaat untuk pembaca.

Minggu, 18 Desember 2016

Alasan Biaya Dokter Gigi Mahal

Banyak penderita sakit gigi yang enggan pergi ke dokter gigi karena faktor biaya. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati kecil "Mengapa biaya berobat ke dokter gigi itu mahal?" Nah untuk menjawab rasa penasaran anda maka simak alasan biaya dokter gigi mahal dan tidak murah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya berobat ke dokter gigi itu mahal dan tidak semurah berobat ke dokter umum.

Foto Dokter Gigi dan pasiennya (Credit to kapanlagi)

1. Waktu Kuliah

Waktu yang dibutuhkan seorang calon dokter gigi hingga lulus kuliah di kedokteran gigi dan mendapatkan gelar bukanlah waktu yang singkat. Jangka waktu yang dibutuhkan lebih lama dari daripada pendidikan kuliah di kedokteran umum. Hal ini karena dokter gigi adalah sebuah spesialisasi keahlian dari dokter umum.

Pengetahuan yang spesifik cenderung menjadikan "nilai tinggi" bagi sang pemiliknya. Ruang lingkup kedokteran gigi memang lebih kecil, tetapi pelayanan yang diberikan menjadi maksimal karena para spesialis ini lebih paham ilmunya. Contohnya, pasien akan merasa puas mendapatkan penjelasan dari spesialis meskipun dokter umum dapat menerangkan kelainan penyakit. Sayangnya, tidak banyak pasien yang memanfaatkan keilmuan dokter spesialis. Mereka cenderung takut berkonsultasi berlama-lama karena faktor biaya. Padahal sebetulnya tidak. Sebab dokter yang profesional akan berusaha membuat pasien cepat sembuh yang artinya biaya berkonsultasi tidak perlu berlama-lama. Namun semuanya tergantung seberapa parah penyakitnya dan bagaimana pengobatannya.

2. Waktu Kerja

Dokter gigi perlu waktu kerja lebih lama daripada dokter umum. Contohnya, waktu untuk mencabut gigi pasien sekitar 30-45 menit, dengan catatan tidak ada faktor penghambar seperti akar bengkok atau gigi terbenam. Pencabutan gigi jika ada faktor penghambat seperti itu dapat memakan waktu 1-2 jam mulai dari pembukaan hingga penutupan.

Anda bisa membayangkan dengan dokter umum yang hanya perlu waktu 10-20 menit untuk memeriksa dan merekomendasikan obat pada pasien. Hal ini berarti dokter akan menetapkan biaya pasien 3-6 kali biaya berobat biasa ke dokter umum. Mungkin suatu saat seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi maka proses pencabutan gigi dapat dipersingkat sehingga biaya dapat dikurangi.

Baca juga: Biaya tambal gigi di puskesmas

3. Kualitas

Kualitas alat dan bahan sangat mempengaruhi biaya pengobatan. Dokter akan menutupi biaya berobat yang mahal melalui subsidi silang biaya berobat pasien. Dalam teori ekonomi, jika telah terjadi titik impas atau Break Even Point (BEP) maka biaya dapat berkurang jika telah melalui titik impas atau bahasa umumnya "balik modal". Tetapi kebanyakan pada saat balik modal, dokter gigi perlu meremajakan alat kedokteran gigi. Nah kalau sudah seperti ini, tentu saja perlu dimaklumi oleh pasien.

Baca juga: Apa itu Pit and Fissure Sealants?

4. Lokasi

Faktor lokasi mempengaruhi tarif berobat ke dokter gigi. Hal ini wajar karena dokter gigi yang membuka klinik di lokasi strategis perlu membayar biaya sewa tempat yang mahal.

Mungkin bisa dicoba berobat ke dokter gigi di daerah pinggiran untuk mendapatkan biaya yang murah. Tetapi biasanya daerah pinggiran lebih sepi pasien sehingga otomatis perlu dipikirkan tentang faktor titik impas.

Biaya berobat di pusat kota mahal karena sewa tempat atau biaya berobat di pinggiran kota mahal karena pasien sedikit sehingga titik impas menjadi lama. kalau sudah begini, konsumen lebih bijak untuk memilih dokter gigi yang dekat dengan rumahnya, daripada repot bermacet-macetan ke pusat kota.

Baca juga: Cara membersihkan noda gigi yang bandel

5. Ketenaran

Ketenaran mempengaruhi faktor biaya berobat. Namun tidak semua dokter gigi terkenal memasang tarif mahal. Malah ada juga memasang biaya khusus bagi langganannya yang rutin memeriksa kondisi kesehatan giginya.

Itulah beberapa alasan biaya dokter gigi mahal. semoga penjelasan tersebut diatas dapat menjawab pertanyaan mengapa biaya dokter gigi lebih mahal dibandingkan dokter umum. Baca juga cara merawat kesehatan gigi dan gusi.

Senin, 12 Desember 2016

Cara Membersihkan Noda Gigi Yang Membandel

Terkait dengan gigi, tidak ada yang lebih diharapkan oleh orang selain gigi putih bersih serta terawat. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mencapai kondisi tersebut. Masih banyak orang yang mengeluhkan giginya kurang bersih karena banyak noda yang menempel di gigi. Bahkan beberapa orang merasa noda atau bercak pada giginya tampak jelas meskipun mereka merasa rajin menggosok gigi. Simak cara membersihkan noda gigi yang membandel dibawah ini.

Noda pada gigi disebabkan karena banyak faktor, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari seperti teh, kopi, atau minuman dengan zat pewarna kimia yang banyak beredar di pasaran. Noda gigi juga dapat muncul karena kebiasaan buruk seperti merokok, mengunyak daun sirih.



Nah, situs SakitGigiGusi akan membocorkan beberapa prosedur cara membersihkan noda gigi yang dapat anda lakukan sendiri di rumah.

1. Bersihkan gigi secara rutin dengan sikat gigi, pasta gigi, dan dental floss

Anda perlu menyikat gigi minimal 2x sehari dan memakai benang gigi 1x sehari. Anda mungkin bertanya: "Bagaimana bisa hanya dengan sikat gigi, pasta gigi, dan benang gigi dapat menghilangkan noda gigi?" Jawabannya penting sekali. Itulah mengapa kami letakkan di nomor 1. Hal ini adalah hal mendasar untuk prosedur pembersihan noda gigi. Prosedur ini memastikan agar noda gigi tidak malah bertambah dan noda yang telah dibersihkan tidak akan kembali mengotori gigi anda. Perlu anda ingat bahwa cara ini adalah langkah pencegahan, bukan pembersihan noda, sebab sekeras apapun usaha penyikatan gigi, anda tidak akan dapat membersihkan noda gigi yang membandel.

2. Banyak Berkumur

Berkumur dapat melarutkan zat-zat yang berpotensi menyebakan warna pada gigi. Zat-zat tersebut meliputi tanin pada teh, kafein pada kopi, atau nikotin pada rokok. Bila dapat menyikat gigi maka akan lebih baik lagi daripada hanya sekedar berkumur saja.

Mungkin anda berpikir akan repot jika tiap kali minum kopi atau teh perlu sikat gigi. Ya kalau anda sedang di rumah. Bagaimana jika sedang di cafe, restoran, atau rumah teman? Solusinya cukup berkumur saja. Siapkan air bening untuk berkumur-kumur selama sekitar 20 detik setiap selesai konsumsi makanan manis. Tujuannya untuk mengurangi kadar gula yang dapat menempel di gigi.

3. Konsumsi Makanan berair

Makanan berair itu seperti buah apel, bengkoang, wortel, atau strowberry. Cairan yang dikeluarkan oleh buah-buahan tersebut mengandung larutan asam tetapi tidak terlalu asam yang dapat membuat gigi berlubang. Larutan asam tersebut akan membantu upaya anda menghilangkan sebagian noda di gigi. Larutan tersebut juga berfungsi sebagai obat kumur yang dapat masuk ke sela-sela gigi dan membersihkan area yang sulit dibersihkan. Selain itu, konsumsi buah-buahan tersebut dapat mencegah noda dan gigi berlubang.

Baca info sakit gigi gusi berikut:
Nah jika 3 cara tersebut tidak juga membersihkan noda gigi secara tuntas, alternatifnya proses pemutihan gigi oleh dokter yang profesional. Demikian cara membersihkan noda gigi yang membandel. Semoga noda gigimu cepat hilang. Silahkan dipraktekkan.

Minggu, 30 Oktober 2016

Karies Gigi dan Pemahaman Keliru di Masyarakat

Karies gigi dan pemahaman keliru di masyakarat. Ceritanya seorang bapak datang ke praktek dokter gigi berencana untuk periksa gigi dan mulut anaknya. Seperti biasa, setelah sang anak didudukkan, sang dokter langsung memeriksa kesehatan gigi dan mulut anak. Sang bapak pun ikut berdiri dengan bangga disamping anaknya. Jika biasanya si bapak hanya senyum-senyum saja saat diberitahukan dokter bahwa gigi anaknya bagus. Namun kali ini si bapak kaget karena dokter berkata: "wah ada karies gigi".

Pada saat kaget, si bapak langsung berkata: "Tapi dok, anak saya kan engga punya gigi berlubang? Bukannya karies gigi artinya lubang gigi?"

Pada radiograf ini, titik hitam pada batas gigi memperlihatkan sebuah karies proksimal (Credit to Wikipedia)
Banyak pemahaman yang keliru tentang pengertian karies gigi. Hal ini tentu saja perlu diluruskan. Karies gigi bukan istilah untuk lubang gigi. Karies adalah istilah untuk penyakit infeksi. Karies dapat terjadi dimana saja, salah satunya di gigi yang dinamakan karies gigi. Namun, karena pada umumnya banyak orang datang dengan kondisi gigi berlubang sebagai ciri penyakit karies maka dokter gigi biasanya memakai istilah "gigi fulan berkaries". Dokter gigi tidak salah. Lubang gigi menandakan gigi fulan berkaries. Tetapi di benak pasien, karies gigi adalah gigi berlubang.

Ciri awal penyakit karies gigi dimulai dengan bercak coklat atau putih. Semua gigi yang mempunyai bercak coklat atau putih di permukaan emailnya dapat didiagnosis terkena karies. Sebab, walaupun belum kelihatan secara fisik lubang besar pada gigi, gigi telah positif terkena karies.

Karies adalah penyakit, bukan kondisi lubang pada gigi. Oleh sebab itulah, rutinlah menjaga kesehatan gigi dengan cara menyikat gigi minimal 2x tiap hari dan rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke klinik dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Selain itu, hindari terlalu sering makan yang manis dan lakukan diet sehat yang baik.

Karies gigi yang sudah terlanjur parah akan memberikan gejala khas yang tidak diinginkan oleh setiap orang yaitu bau mulut. Dengan bau mulut, tentunya akan mengganggu kepercayaan diri anda maupun kenyamanan teman atau orang yang ada disekitar anda. Karena ada banyak bakteri yang berkembang biak dalam mulut. Pada kasus karies yang terdapat pada gigi berlubang, maka hal ini akan memiliki resiko terkena sakit gigi, infeksi gigi, gusi bengkak, serta bau busuk pada mulut. Bakteri-bakteri inilah yang berperan menguraikan sisa makanan yang melekat atau menempel pada lobang gigi dan mengeluarkan aroma bau yang menyengat dan bikin anda sendiri merasa tidak nyaman.

Dari sekian banyak banyak bakteri di mulut, beberapa bakteri penyebab karies yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli di antaranya. Khusus untuk karies akar, bakterinya yaitu Lactobacillus acidophilus, Actinomyces viscosus, Nocardia spp., dan Streptococcus mutans.

Baca seputar perawatan sakit gigi gusi lainnya:
Penyakit karies dapat dicegah jika kita melakukan perawatan rutin dengan baik. Jadi cegahlah karies sedini mungkin sebelum terlambat. Demikian info karies gigi dan pemahaman keliru di masyarakat.

Selasa, 25 Oktober 2016

Jangan Menyikat Gigi Setengah, Inilah Efek Negatifnya

Jangan menyikat gigi setengah dan tidak utuh. Fenomena menarik dimana sebagian orang yang malas untuk membersihkan gigi yaitu dengan cara menyikat gigi setengah. Seperti apa menyikat gigi setengah? Bagaimana dampak akibat membersihkan gigi dengan metode tersebut?

Hal menarik adalah bahwa banyak anak-anak SD menunjukkan gambaran penyakit yang hampir sama dimana gigi depan tampak sehat, tetapi gigi belakang rusak berat yang ditandai oleh gigi hitam dan berlubang. Selain itu, ada juga yang kebalikannya.



Hail penelitian menemukan fakta bahwa hal ini diakibatkan cara menyikat gigi yang salah pada anak-anak. Berdasarkan hasil survei, pada umumnya anak-anak menyikat gigi dengan benar di bagian gigi depan, tetapi asal-asalan jika menyikat gigi bagian geraham atau belakang.

Ada banyak alasan seseorang menyikat gigi setengah, yakni (1) berprinsip asal sikat gigi. (2) berprinsip yang penting tidak dimarahi oleh orang tua, (3) malas berlama-lama sikat gigi.

Perilaku anak-anak yang lebih cenderung memperhatikan gigi depan untuk digosok dengan pasta gigi adalah karena bagian inilah yang paling dapat terlihat oleh orang tua bahwa mereka sudah membersihkan gigi. Dipikiran mereka yakni mereka membersihkan gigi akan terlihat langsung memperlihatkan hasil dipuji atau tidak dimarahi oleh orang tua. Habis sikat gigi, senyum depan ortu. Selain itu jarang ortu yang ingin anaknya mangap terlebih dahulu untuk dapat melihat keseluruhan isi gigi anaknya.

Nah setelah orang tua bertanya pada anaknya "Sudah sikat gigi, belum?" Sang anak biasanya nyengir untuk memamerkan gigi depannya yang bersih. Alhasil ortu puas, uang jajan lancar dan tidak dimarahin oleh papah dan mamahnya.

Baca juga:
Orang tua seharusnya memeriksa gigi sang anak secara keseluruhan. Jika anaknya tidak tahu cara gosok gigi, maka ajari mereka. Minimal setiap pagi dan malam, sediakan waktu bagi orang tua untuk memeriksa gigi anak. Sebab jika dari usia dini gigi susu anak sudah rusak maka kemungkinan besar pada saat dewasa nanti akan mengalami kerusakan. Oleh sebab itulah jangan menyikat gigi setengah agar kelak tidak sakit gigi dan gusi.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Tanda Akibat Cara Menyikat Gigi Yang Salah

Menyikat mahkota gigi mungkin akan terlihat sebagai hal yang mudah untuk dilakukan. Tetapi tanpa kita sadari ada 4 tanda akibat cara menyikat gigi yang salah.

Ada banyak kesalahan yang mungkin anda lakukan selama anda sikat gigi. Kesalahan menyikat gigi tidak selalu hanya dilakukan oleh anak kecil. Sebab tidak sedikit orang dewasa pun banyak yang salah melakukan prosedur membersihkan gigi yang benar dan efektif.

Ilustrasi tanda akibat cara menyikat gigi yang salah (Credit to fotolia)

Tanda Akibat Cara Menyikat Gigi Yang Salah

Nah, berikut ini adalah ciri-ciri yang nampak dari kesalahan menyikat gigi.

1. Tanda 1: Karang gigi

Secara singkat, karang gigi adalah plak yang mengeras karena proses mineralisasi. Jika karang gigi muncul maka dapat dipastikan bahwa anda salah dalam menyikat mahkota gigi. Buktinya adalah tidak sampai menghilangkan plak yang ada. Perhatikan cara menyikat gigi terutama pada saat membersihkan mahkota gigi bagian dalam atau belakang.

2. Tanda 2: Radang Gusi

Radang gusi memiliki ciri-ciri berwarna merah tua, terlihat bengkak, terasa sakit, dan mengeluarkan darah secara tiba-tiba ataupun karena gesekan kontak dengan sesuatu benda seperti sikat gigi, ditekan, makanan, dan lain-lain.

Hal ini dapat disebabkan karena menyikat gigi dengan tekanan besar pada daerah gusi. Radang gusi dapat juga diakibatkan karena tekanan berlebihan pada gusi saat kita menyikat gigi. Bisa juga karena plak yang ada di daerah perbatasan gusi dan gigi tidak dibersihkan dengan cukup baik. Kurangi tekanan berlebihan yang mungkin dilakukan atau kembali perhatikan cara teknik menyikat gigi yang benar dan efektif.

3. Tanda 3: Gigi Sensitif

Sesungguhnya tidak ada penyakit gigi sensitif, tetapi istilah ini dipakai untuk menggambarkan kondisi rasa ngilu yang muncul di gigi saat kontak dengan suhu panas atau dingin. Hal ini biasanya disebabkan karena anda mensikat gigi terlalu keras. Jangan gosok gigi seperti halnya anda menggosok lantai atau keramik kamar mandi, sebab hal itu akan merusak lapisan gigi. Sebaiknya gosok gigi dengan lembut tapi lama daripada keras tapi sebentar.

4. Tanda 4: Nafas Bau / Bau Mulut

Nafas bau atau bau mulut dapat juga diakibatkan karena kesalahan saat kita membersihkan mulut secara keseluruhan. Jadi tidak hanya pada gigi saja. Namun, pembersihan mahkota gigi yang tidak tepat juga bikin bau mulut. Hal ini karena sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi dan lubang gigi yang dipenuhi sisa makanan yang tidak dikeluarkan melalui proses menyikat gigi yang pada akhirnya bikin nafas bau keluar dari mulut anda.

Sebenarnya masih ada beberapa tanda lain yang dapat kita jadikan sebagai tolak ukur kesalahan cara menyikat gigi. Namun, secara umum empat tanda diatas mudah-mudahan dapat dipahami oleh anda.

Baca juga:

Jika anda mengalami tanda diatas, Segera konsultasikan cara menyikat gigi yang tepat pada gigi anda ke dokter gigi. Jangan tunggu hingga gigi berlubang ya karena dampaknya akan tidak baik bagi kesehatan anda. Baca terus info sakit gigi gusi akan pengetahuan anda menjadi bertambah. Salam gigi sehat.

Jumat, 30 September 2016

Jenis-Jenis Gigi

Jenis-jenis gigi - Gigi manusia dibagi menjadi empat jenis yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham kecil, dan gigi geraham besar. Masing-masing jenis gigi mempunyai bentuk berbeda. Pada umumnya orang dewasa mempunyai empat jenis gigi ini, sedangkan untuk anak (gigi susu) hanya mempunyai tiga jenis yaitu gigi sering, gigi taring, dan gigi geraham.

Perlu diketahui bahwa gigi seri dan taring gigi susu permanen menggantikan gigi seri dan gigi taring susu. Tetapi, gigi geraham susu digantikan oleh gigi geraham kecil gigi dewasa. Gigi geraham dewasa tumbuh tanpa menggantikan gigi susu manapun.
Gambar Jenis-jenis Gigi (artikelensi)

Jenis-jenis Gigi

Berikut jenis-jenis gigi kita:

1. Gigi Seri

Istilah ilmiah untuk gigi seri adalah gigi insisif, jumlahnya empat di atas dan empat di bawah (lihat gambar). Dinamakan gigi seri karena gigi ini yang langsung terlihat sama, sepasang (seri), dan berdampingan.

Gigi seri terletak pada bagian depan rahang dan merupakan gigi yang langsung terlihat saat pertama kali orang tersenyum atau berbicara. Sehingga tak heran kalau kerusakan pada gigi seri akan sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Anda bisa membayangkan wanita cantik seperti artis film Korea menghampiri anda lalu ia tersenyum tanpa satu gigi seri. Rasanya ada kecantikannya yang hilang bukan secara fisik?

2. Gigi Taring

Gigi taring memiliki istilah ilmiah kaninus (bahasa inggris: canine). Ada 4 gigi taring, masing-masing satu di kanan atas, satu di kiri atas, satu di kanan bawah, dan satu di kiri bawah.

Gigi taring adalah gigi yang terakhir tumbuh di rongga mulut, sehingga sering mengalami kekurangan tempat. Posisinya menjadi lebih menonjol dibandingkan gigi yang lain. Masyarakat pada umumnya menyebut dengan istilah gigi gingsul. Tetapi di ilmu kedokteran gigi, nama ilmiah untuk gigi gingsul adalah ektopik atau menonjol. Sebenarnya semua gigi memiliki potensi mengalami ektopik atau gingsul, tetapi gigi taring adalah gigi yang paling sering mengalami kondisi gingsul karena urutan tumbuhnya yang paling terakhir.

Gigi taring juga menjadi simbol drakula karena ujung taringnya yang tajam dan paling menonjol dibandingkan ujung gigi lainnya. Padahal, meskipun ujungnya tajam, gigi taring manusia tidak cukup untuk menembus tulang dan merobek pembuluh darah besar.

3. Gigi Geraham Kecil

Jumlah gigi geraham kecil ada empat di bagian rahang/mulut atas, yaitu dua di kanan atas dan dua di kiri bawah. Lalu ada empat di rahang/mulut bawah yaitu dua di kanan bawah dan dua di kiri bawah. Gigi ini diistilahkan dengan premolar. Pre artinya sebelum/mendahului. Jadi premolar artinya 'mendahului molar'. Hal ini karena letaknya di barisan gigi-gigi sebelum gigi molar (geraham). Bentuknya menyerupai gigi taring. Tetapi mempunyai bukit yang tajam di kedua sisi, bukan satu seperti gigi taring.

Penghubung dua sisi tajam membentuk dataran yang disebut dataran kunyah. Gigi geraham kecil adalah jenis gigi yang hanya ada pada periode gigi tetap. Pada periode gigi susu tidak ada gigi geraham kecil, walaupun gigi geraham kecil tetap adalah gigi yang menggantikan gigi geraham susu dalam proses tumbuh kembang gigi anak.

Gigi premolar atas berbeda dengan yang di bawah. Gigi premolar bawah lebih gemuk daripada gigi premolar atas dan bukti yang satu lebih menonjol daripada bukit yang lain.

4. Gigi Geraham Besar

Gigi ini mempunyai istilah ilmiah 'molar'. Jumlah gigi geraham besar ada 6 di rahang/mulut atas, yaitu tiga di kiri atas dan tiga di kanan atas, sertta enam di rahang mulut bawah, yaitu tiga di kiri bawah dan tiga di kanan bawah.

Gigi ini adalah gigi dengan ukuran terbesar dari seluruh gigi manusia. Seperti premolar, ada beberapa perbedaan antara molar atau gigi geraham, atas dengan bawah. Pada geraham atas, akar gigi berjumlah rata-rata tiga, tetapi pada geraham bawah, gigi ini mempunyai akar rata-rata dua. Gigi geraham atas mempunyai lima bukit/bagian menonjol. Sedangkan gigi geraham bawah hanya mempunyai empat bukit/bagian menonjol.

Gigi ini masing-masing ada tiga di kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah. Jadi total ada 12 gigi geraham besar. Selisih jumlah gigi susu (20) dan gigi tetap (32).

Demikian penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis gigi pada manusia. Semoga bermanfaat ya. Silahkan di share ke teman atau saudara anda.

Rabu, 31 Agustus 2016

Pengalaman Cabut Gigi Geraham Berlubang Atas/Bawah

Pengalaman cabut gigi geraham berlubang dan efek mencabut gigi geraham atas atau bawah. Mencabut gigi bukan termasuk hal mudah yang dapat dilakukan sembarangan. Banyak sekali pertimbangan serta alasan yang perlu diperhitungkan sebelum dokter gigi memutuskan mencabut gigi para pasiennya. Maka karena itu tindakan pencabutan gigi hanya dilakukan untuk pilihan terakhir suatu kasus.

pengalaman cabut gigi geraham berlubang

Anda pasti akan menyesal telah mencabut gigi jika gigi anda sebetulnya masih dapat dipertahankan. Banyak sekali keuntungan untuk mempertahankan gigi asli yakni saat mengunyah makanan memakai gigi asli tentu lebih nyaman dibandingkan gigi palsu, perawatannya juga lebih mudah. Selain itu, jika dilihat dari segi estetika, gigi asli lebih baik daripada gigi ompong.

Pada kesempatan ini kami coba bahas solusi terbaik gigi berlubang, kapan harus mencabut gigi, dan juga efek negatif akibat tindakan mencabut gigi tersebut. Apakah anda masih merasa mencabut gigi merupakan solusi hemat, cepat dan tepat mengatasi sakit gigi?

Pengalaman Cabut Gigi Geraham Berlubang Bagian Atas/Bawah

1. Tidaklah semua gigi berlubang haruslah dicabut

Sebagian besar gigi berlubang tidak perlu dicabut, melainkan hanya perlu ditambal saja. Jika gigi berlubang terlanjur parah maka perlu dilakukan perawatan saluran akar. Kabar baiknya, semakin dini kelainan tersebut ditangani, maka semakin besar pula kemungkinan gigi geraham dapat dipertahankan. Oleh sebab itu, jika anda memiliki gigi berlubang segera periksa ke dokter gigi. Sebab jika terlalu lama gigi berlubang dibiarkan tidak dirawat maka lubang akan semakin membesar sehingga akan sulit untuk dipertahankan.

2. Jika tidak dicabut akan sakit?

Gigi terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan paling luar yakni email, pulpa, dentin dan juga sementum. Karies jika baru mengenai email, belumlah merasakan sakit. Bila anda ngilu itu kemungkinan telah mengenai dentin. Jika tidak segera dirawat, karies akan semakin masuk saja kedalam yang akhirnya merasakan rasa sakit tak tertahankan. Contohnya setelah minum air yang dingin, gigi terasa seperti nyut-nyutan. Bahkan nyut-nyutan spontan tanpa rangsangan apapun. Itu artinya telah mengenai syaraf gigi.
Pada tahap ini umumnya pasien meminta giginya untuk dicabut dikarenakan sudah tak tahan rasa sakitnya. Tetapi ternyata, gigi sudah berlubang dan juga menimbulkan rasa sakit tersebut belumlah tentu dicabut.

Anda dapat berkonsultasi pada dokter spesialis konservasi gigi. Dokter biasanya akan melakukan perawatan pada saluran akar gigi serta perawatan syaraf gigi sehingga rasa sakit bisa hilang tanpa perlu tindakan pencabutan gigi.

Perawatan syaraf gigi memang memerlukan kedisiplinan serta tidak dapat dilakukan dalam sekali kunjungan. Namun, efek jangka panjangnya akan lebih baik daripada anda mencabut gigi. Anda tidak perlu memasang serta melepas gigi palsu setiap kali makan, dan juga tidaklah perlu merasa minder dikarenakan gigi ompong.

3. Merawat gigi lebih ekonomis

Mungkin anda merasa mencabut gigi akan menghemat biaya kunjungan perawatan ke dokter gigi. Namun Apa sudah memperhitungkan biaya membuat gigi palsu atau tiruan? Atau mungkin justru biaya untuk pemasangan gigi implant? Hasilnya tetaplah tak sebaik gigi asli.

4. Mempertahankan gigi mencegah kerusakan lebih lanjut

Pada orang mencabut giginya, akan muncul ruang kosong antara gigi yang sehat, hal tersebut bisa menyebabkan gigi masih sehat bergeser menempati ruangan kosong tadi. Gigi pasangannya pada langit-langit mulut juga beresiko memanjang turun ke arah bawah dikarenakan pasangan gigi tadi yang menahan supaya tidak memanjang ke arah bawah yang sudah dicabut. Guna mengatasi hal tersebut biasanya orang yang sudah mencabut gigi akan membuat gigi palsu atau tiruan. Gigi tiruan tersebut haruslah sering digunakan supaya gigi masih sehat tidaklah bergeser.

Nah, itu alasan mengapa sebaiknya mempertahankan gigi daripada mencabutnya.

Kapankah sebenarnya perlu mencabut gigi? Berikut beberapa pertimbangan dokter gigi sebelum akan melakukan pencabutan gigi:

a. Gigi sulung pada anak-anak terlambat tanggal

Gigi sulung umumnya tanggal sendiri serta nantinya digantikan gigi permanen, tapi sering ditemukan gigi sulung tidak tanggal juga padahal semestinya gigi itu sudah terlepas semenjak lama, bahkan ada gigi sulung tidak tanggal padahal anak telah berusia dewasa. Gigi sulung terlambat tanggal sangat perlu dicabut dengan manual karena gigi sulung kalau tidak tanggal sesuai waktunya beresiko mengganggu pertumbuhan gigi yang permanen dibawahnya bahkan beresiko membuat gigi yang permanen tumbuh keluar jalurnya jadi membuat gigi tidak beraturan atau berantakan.

b. Gigi berlubang terlampau parah

Pada orang yang sudah dewasa, alasan lain mencabut gigi apabila lubang gigi sudah terlampau parah serta tak mungkin dipertahankan lagi. Gigi berlubang besar jika tetap dipertahankan dapat berbahaya untuk anda sendiri. Gigi berlubang disebabkan bakteri berkoloni dan juga berkembang dalam gigi, mempertahankan gigi berlubang besar artinya mempertahankan banyak sekali bakteri jahat dalam mulut. Bakteri di dalam lubang gigi bisa masuk ruang gigi penuh pembuluh darah dan juga saraf, selain akan menyebabkan rasa sakit luar biasa, bakteri juga bisa masuk ke pembuluh darah dan lalu mengalir seluruh tubuh. Bakteri tersebut juga bisa bertahan serta berkembang biak dalam tulang rahang serta menyebabkan gangguan lainnya, bahkan beresiko memicu tumor dan juga kista.

c. Sisa akar akibat dari gigi patah ataupun “lapuk / keropos”

Sama halnya layaknya gigi yang berlubang besar, sisa akar bertahan di dalam mulut juga tak baik untuk rahang ataupun gusi bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan sebenarnya penyebab sisa akar serta seringnya dianggap gigi “lapuk atau keropos” oleh sebagian besar orang sebenarnya diakibatkan lubang gigi parah yang pada akhirnya menjadikan mahkota gigi jadi habis membuat kesan tampak lapuk mudah hancur. Bakteri baik yang ada di sisa akar akibat dari gigi berlubang ataupun akibat lainnya beresiko membahayakan kesehatan, sisa akar membuat kebersihan mulut susah dipertahankan, dan juga tentu meninggalkan kesan jorok serta tidak sedap saat dipandang.

Baca juga biaya tambal gigi berlubang

Efek cabut gigi:

1. Teman Kantor dikarenakan cabut gigi (di RS yang cukup terkenal di daerah jabodetabek) akhirnya harus pergi berobat ke Singapura karena bengkak atau meradang (infonya sendiri karena tidak steril pada alat yang digunakan)

2. Kebetulan hal ini dialami teman istri saya sendiri Gigi dicabut ternyata tidaklah tercabut semua hal tersebut terjadi 2 kali ( Di RS terkenal meski sudah di XRay atau Ronten dan juga katanya sudah bersih serta satunya di Dokter Gigi) Akhirnya istri coba meraba dengan menggunakan lidah & ternyata memanglah ada bentuknya kecil cukup tajam sehingga terjadi pendarahan terus-menerus.

Senin, 22 Agustus 2016

Pengertian Email Gigi (Enamel)

Pengertian Email Gigi atau enamel. Email atau beberapa orang di kedokteran gigi menyebut dengan istilah enamel untuk membedakan dengan istilah e-mail/surel/surat elektronik, adalah bagian gigi yang terletak di 'luar'. Dalam hal ini 'di luar' dapat berarti dua hal. Pertama, merupakan lapisan terluar gigi yaitu melapisi sebagian dentin. Kedua bagian gigi yang berada di luar tulang rahang.

Nah setelah anda memahami pengertian email gigi mari kita beralih pada fakta seputar email gigi yang menarik untuk anda ketahui. Berikut sakitgigigusi.com jelaskan beberapa diantaranya.

Ilustrasi Email Gigi atau Enamel (Gambar carasehathidup )

1. Email merupakan bagian terkeras gigi

Hal ini disebabkan karena email tersusun dari banyak sekali mineral. Secara teori, semakin banyak kandungan mineral di suatu bagian atau organ tubuh maka akan semakin keras konsistensinya.

Mineral utama yang menyusun email adalah kalsium fosfat, lebih spesifiknya lagi mineral kalsium fosfat yang terkristalisasi. Apa itu kristalisasi ? Kristalisasi adalah proses perubahan wujud menjadi lebih padat. Salah satu contoh pengkristalan dalam kehidupan sehari-hari adalah air menjadi es batu.

Es batu memiliki kekerasan yang berlipat dari wujud atau bentuk dasarnya, yaitu air karena proses kristalisasi. Itulah sebabnya kenapa email merupakan bagian terkeras tubuh.

2. Warna Putih Email mudah Dipengaruhi

Meskipun email adalah organ terkeras tubuh, namun email punya sifat semi transparan atau tipis dan nyaris tembus pandang. Karena keadaannya yang semi transparan itulah maka warna email dapat dipengaruhi oleh faktor warna dari "dalam". Dalam hal ini warna dentin tergantung seberapa transparan email pada masing-masiang orang. Warnanya bisa menjadi kuning karena pengaruh dentin yang berada dibawahnya. Putih tidaknya gigi seseorang dipengaruhi salah satunya oleh sifat semi transparan email orang tersebut.

3. Email Adalah Bagian Terkeras Tubuh Yang Tidak Mudah Rusak oleh Benda Keras Lain

Meskipun keras, sebenarnya email rentan terhadap proses yang jarang melibatkan kekerasan seperti :

a. Proses Erosi

Proses erosi ini secara sederhana adalah proses pengikisan. Sama seperti proses pada pelajaran IPA di sekolah dasar dahulu. Erosi adalah terkikisnya benda oleh sesuatu dan pelaku utamanya adalah air. Yang membedakan erosi tanah dan erosi email adalah kalau email terkikisnya oleh air khusus yang bersifat asam seperti minuman soda, cuka. Jika anda sering mengkonsumsi minuman soda dan cuka maka email anda perlahan-lahan akan terkikis dan pada akhirnya warna gigi akan terlihat semakin kuning karena pengaruh warna kuning dentin. Penipisan ini juga mengakibatkan email semakin rentan terhadap proses pelubangan gigi termasuk lapisan di bawah email yaitu dentin dan pula.

b. Proses Abrasif

Proses abrasif kurang lebih sama dengan proses erosi, yaitu sama-sama mengurangi volume suatu benda. Perbedaannya yaitu penyebab utama proses abrasi adalah trauma fisik. Contoh proses abrasif dalam kehidupan sehari-hari adalah proses pengampelasan.

Agar anda mudah ingat, kertas ampelas dalam bahasa inggris diistilahkan abrasive paper.

Yang dimaksud trauma fisik adalah kontak antara suatu benda dengan benda lain. Bisa sikat gigi terhadap email atau pasta gigi (pemutih) yang mengandung bahan abrasif dengan email gigi.

4. Email memiliki Permukaan Yang Licin Tetapi Sisa Makanan Masih Bisa Menempel Padanya

Hal ini dikarenakan pada sebagian lapisan email terdapat plak yaitu suatu lapisan bening tipis (biofilm) yang kasat mata. Plak menjadi tempat melekatnya sisa makanan dan bakteri kurang baik/jahat. Sisa makanan yang menempel di plak adalah sumber energi/tenaga bagi bakteri kurang baik di rongga mulut untuk bekerja membuat lubang di gigi. Menyikat gigi adalah satu proses meminimalkan keberadaan plak untuk sementara sehigga tidak banyak sisa makanan yang dapat menempel di gigi.

5. Email Tidak Mempunyai Kemampuan Untuk Membentuk Jaringan Baru

Jika tulang kehilangan sebagian jaringan (contohnya patah), ia mampu menyambung atau memperbaiki kerusakan tersebut secara mandiri meskipun hanya didiamkan tanpa dilakukan perawatan. Hal ini disebabkan karena tulang punya kemampuan untuk membentuk jaringan baru.

Berbeda dengan tulang, email tidak mampu membentuk jaringan baru. Ia hanya mampu melakukan remineralisasi dengan syarat mineralnya belum hilang (terkena penyakit karies). Jika sudah terlalu banyak proses demineralisasi (pelarutan mineral) maka tidak akan bisa remineralisasi itu terjadi.

Jadi kalau email anda mengalami kerusakan (gigi berlubang), maka anda seharusnya jangan membiarkannya. Mau tidak mau gigi berlubang harus dilakukan penambalan oleh dokter gigi.

Oleh sebab itu jaga kesehatan email atau enamel anda sebaik mungkin. Caranya mudah yaitu sikat gigi secara teratur sebanyak 2x sehari dengan cara menggosok gigi yang tepat agar email dan gigi menjadi sehat dan kuat.

Demikian penjelasan pengertian email gigi dan faktanya. Semoga penjelasannya dapat bermanfaat bagi pembaca, jangan lupa baca artikel sakit gigi gusi lainnya agar pengetahuan kesehatan gigi, gusi, mulut anda menjadi bertambah.