Tampilkan postingan dengan label Sakit Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakit Gigi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juni 2017

Sakit gigi dan ngilu? Penyebabnya mungkin karena gigi retak

Meskipun gigi merupakan salah satu bagian terkuat yang ada pada tubuh kita, tetapi faktanya gigi juga dapat mengalami keretakan. Sakit gigi dan ngilu? penyebabnya mungkin karena gigi retak. Simak penjelasannya di bawah ini.

Jika anda merasa ngilu muncul di gigi saat memasukkan makanan atau minuman ke mulut anda, padahal anda merasa tidak ada gigi berlubang. Jika itu yang menjadi keluhan yang sering anda alami, jika ya, waspadalah! mungkin anda mempunyai gigi retak. Meskipun gigi merupakan bagian paling kuat dari tubuh manusia tetapi gigi juga dapat retak.

Penyebab gigi retak yaitu kebiasaan menggertakkan gigi, mengkonsumsi makanan keras seperti kacang, tulang, es, benturan pada mulut, gigi yang ditambal dengan penambalan yang besar. Dari semua gigi, bagian gigi yang sering retak yaitu gigi geraham bawah dan gigi seri.

Sakit gigi dan ngilu penyebabnya mungkin karena gigi retak
Ilustrasi sakit gigi dan ngilu karena gigi retak (Credit to ezyhealth)

Akibat gigi retak maka kuman dan bakteri dapat masuk ke sela-sela gigi yang mengalami keretakan lalu menginfeksi bagian dalam gigi hingga ke akar dan jaringan sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada gusi pada tahap selanjutnya.

Beberapa ciri-ciri gigi retak adalah:
  • Gigi sakit dan ngilu saat menggigit makanan.
  • Gigi sensitif pada makanan maupun minuman yang dingin.
  • Gigi sensitif saat mengkonsumsi makanan yang manis atau giung.
  • Sakit gigi saat makan atau minum.
  • Rasa sakit yang muncul dan hilang namun tidak terjadi terus-menerus.
Mendiagnosis gigi retak bukan hal yang mudah, sebab kondisi gigi yang mengalami keretakan tiak bisa dilihat oleh mata, bahkan kadang-kadang melalui pemeriksaan sinar X pun tak dapat terlihat.

Perawatan gigi retak tergantung pada gejala dan level kerusakan yang sudah terjadi. Pada beberapa kasus, pasien yang memiliki keretakan pada gigi yang sudah mencapai pulpa atau kamar saraf gigi dibutuhkan perawatan pada saluran akar gigi.

Jadi jika anda sering mengalami keluhan sakit gigi dan ngilu, penyebabnya mungkin karena gigi retak. Untuk memastikan hal ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Selain itu, hindarilah menguyah makanan keras, terlalu manis, dan terlalu dingin.

Minggu, 30 Oktober 2016

Karies Gigi dan Pemahaman Keliru di Masyarakat

Karies gigi dan pemahaman keliru di masyakarat. Ceritanya seorang bapak datang ke praktek dokter gigi berencana untuk periksa gigi dan mulut anaknya. Seperti biasa, setelah sang anak didudukkan, sang dokter langsung memeriksa kesehatan gigi dan mulut anak. Sang bapak pun ikut berdiri dengan bangga disamping anaknya. Jika biasanya si bapak hanya senyum-senyum saja saat diberitahukan dokter bahwa gigi anaknya bagus. Namun kali ini si bapak kaget karena dokter berkata: "wah ada karies gigi".

Pada saat kaget, si bapak langsung berkata: "Tapi dok, anak saya kan engga punya gigi berlubang? Bukannya karies gigi artinya lubang gigi?"

Pada radiograf ini, titik hitam pada batas gigi memperlihatkan sebuah karies proksimal (Credit to Wikipedia)
Banyak pemahaman yang keliru tentang pengertian karies gigi. Hal ini tentu saja perlu diluruskan. Karies gigi bukan istilah untuk lubang gigi. Karies adalah istilah untuk penyakit infeksi. Karies dapat terjadi dimana saja, salah satunya di gigi yang dinamakan karies gigi. Namun, karena pada umumnya banyak orang datang dengan kondisi gigi berlubang sebagai ciri penyakit karies maka dokter gigi biasanya memakai istilah "gigi fulan berkaries". Dokter gigi tidak salah. Lubang gigi menandakan gigi fulan berkaries. Tetapi di benak pasien, karies gigi adalah gigi berlubang.

Ciri awal penyakit karies gigi dimulai dengan bercak coklat atau putih. Semua gigi yang mempunyai bercak coklat atau putih di permukaan emailnya dapat didiagnosis terkena karies. Sebab, walaupun belum kelihatan secara fisik lubang besar pada gigi, gigi telah positif terkena karies.

Karies adalah penyakit, bukan kondisi lubang pada gigi. Oleh sebab itulah, rutinlah menjaga kesehatan gigi dengan cara menyikat gigi minimal 2x tiap hari dan rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke klinik dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Selain itu, hindari terlalu sering makan yang manis dan lakukan diet sehat yang baik.

Karies gigi yang sudah terlanjur parah akan memberikan gejala khas yang tidak diinginkan oleh setiap orang yaitu bau mulut. Dengan bau mulut, tentunya akan mengganggu kepercayaan diri anda maupun kenyamanan teman atau orang yang ada disekitar anda. Karena ada banyak bakteri yang berkembang biak dalam mulut. Pada kasus karies yang terdapat pada gigi berlubang, maka hal ini akan memiliki resiko terkena sakit gigi, infeksi gigi, gusi bengkak, serta bau busuk pada mulut. Bakteri-bakteri inilah yang berperan menguraikan sisa makanan yang melekat atau menempel pada lobang gigi dan mengeluarkan aroma bau yang menyengat dan bikin anda sendiri merasa tidak nyaman.

Dari sekian banyak banyak bakteri di mulut, beberapa bakteri penyebab karies yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli di antaranya. Khusus untuk karies akar, bakterinya yaitu Lactobacillus acidophilus, Actinomyces viscosus, Nocardia spp., dan Streptococcus mutans.

Baca seputar perawatan sakit gigi gusi lainnya:
Penyakit karies dapat dicegah jika kita melakukan perawatan rutin dengan baik. Jadi cegahlah karies sedini mungkin sebelum terlambat. Demikian info karies gigi dan pemahaman keliru di masyarakat.

Sabtu, 23 Januari 2016

Cara Mengatasi Sakit Gigi Akibat Behel

Cara mengatasi sakit gigi akibat behel - Setiap orang mempunyai reaksi yang berbeda setelah melakukan pemasangan kawat gigi, namun tidak jarang orang mengalami sakit gigi pasca pemasangan behel. Dan untuk meringankan rasa sakit tersebut, pengguna behel harus tahu bagaimana cara menghilangkan sakit gigi setelah pasang kawat gigi.
cara-mengatasi-sakit-gigi-akibat-behel
Behel dapat menyebabkan sakit gigi pada waktu pertama kali dipasang, hal tersebut terjadi sebab berada dalam fase tahap penyesuaian. Apabila perawatan rumahan tidaklah bekerja secara baik, segeralah pergi pada dokter ortodontik guna melakukan perawatan yang lebih lanjut.

Cara menghilangkan sakit gigi akibat behel

1. Tempelkan Handuk Hangat

Untuk mengurangi rasa nyeri, anda dapat menempelkan handuk yang hangat ke rahang yang sakit gigi. Tindakan tersebut berguna untuk kurangi rasa nyeri . Bilaslah air garam hangat. Berdasarkan ilmu kedokteran gigi, rasa nyeri merupakan sesuatu yang wajar setelah itu lakukan pemeriksaan atau kontrol rutin ke dokter gigi.

2. Gunakan pereda nyeri oral

Pereda nyeri oral yang ampuh mengatasi sakit gigi yaitu salah satunya topical anestesi. Berikan pereda nyeri ini pada area yang terasa sakit. Nyeri biasanya akan mereda setelah beberapa jam. Hal tersebut mungkin harus diulangi, sesuai dosis petunjuk yaitu setelah makan.

3. Menggigit permen

Karet atau plastic wafer, bila tidak dilarang dokter gigi, ini sangat bagus guna merangsang peredaran aliran darah. Segeralah setelah pemeriksaan dokter ortodontik, konsumsilah makanana yang bertekstur lunak seperti misalnya pasta, puding ataupun sayuran matang guna mengurangi sakit gigi.

4. Acetaminophen

Minumlah acetaminophen ataupun obat non-aspirin sebagai pereda nyeri gigi sesuai dosis petunjuk pemakaian. Obat acetaminophen mampu dalam redakan rasa sakit gigi.

Jika sakit gigi tetap berlanjut dan tidak segera sembuh setelah melakukan poin tersebut diatas, mungkin ada masalah yang hanya bisa diketahui setelah anda konsultasi ke dokter gigi. Demikian artikel kesehatan gigi dan mulut, semoga bermanfaat bagi pembaca.